Ciptakan Sukacita Bersama Umat
(Yesaya 55:12–13)
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Pada pagi kebangkitan, Maria Magdalena datang ke kubur Yesus dengan hati yang berduka. Ia mengira jenazah Yesus telah diambil orang. Namun, ketika Yesus memanggil namanya, dukanya berubah menjadi sukacita. Yang menarik, peristiwa itu terjadi di sebuah taman (Yohanes 20:15). Kubur kosong—lambang kematian—berubah menjadi tanda kehidupan baru. Seakan-akan bunga-bunga di taman pun bermekaran menyambut kebangkitan Kristus. Alam ikut bersaksi bahwa karya keselamatan Allah membawa sukacita, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh ciptaan.
Nabi Yesaya menggambarkan hal ini dengan begitu indah: “Kamu akan berangkat dengan sukacita dan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung dan bukit-bukit akan bergembira dan segala pohon di padang akan bertepuk tangan” (Yes. 55:12). Keselamatan Allah membawa shalom, damai sejahtera yang utuh. Gunung, bukit, pohon, dan sungai dilukiskan seakan ikut merayakan karya Allah. Bahkan, semak duri diganti dengan pohon sanobar, belukar diganti dengan pohon murad—tanda pembaruan dan kehidupan baru.
Hal ini mengingatkan kita bahwa keselamatan Allah bersifat kosmik. Bukan hanya manusia yang ditebus, melainkan juga seluruh ciptaan ikut diperbarui. Sebaliknya, bila manusia hidup dalam dosa dan keserakahan, ciptaan pun ikut menderita. Rasul Paulus menuliskan, “Seluruh makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin sampai sekarang” (Roma 8:22).
Karena itu, panggilan kita sebagai umat Kristus bukan hanya bersyukur atas kebangkitan-Nya, melainkan juga menjaga ciptaan agar ikut memuliakan Allah. Menjadi saksi Kristus berarti menghadirkan damai sejahtera, baik bagi sesama maupun bagi alam.
Menjadi saksi Kristus di tengah-tengah keluarga, bisa kita mulai dengan hal-hal sederhana: mengurangi sampah, hemat air dan listrik, serta mengajarkan anak-anak untuk mencintai alam.
Di dalam gereja, kita dapat berdoa syafaat bagi bumi, bahkan mengadakan aksi nyata seperti menanam pohon di lingkungan Gereja.
Di tengah-tengah masyarakat, kita pun dipanggil untuk hadir sebagai pembawa damai, bukan perusak lingkungan.
Kebangkitan Kristus adalah kabar sukacita bukan hanya bagi kita, tetapi juga bagi gunung, bukit, pohon, sungai, dan seluruh ciptaan. Mari kita hidup dalam shalom Kristus, sehingga ciptaan pun ikut bersukacita bersama kita.
Kiranya kita bersyukur atas setiap pengalaman kegelapan yang sudah kita lewati bersama Kristus, dan memohon kekuatan untuk melanjutkan hidup dengan semangat yang baru. Tuhan Yesus, Sang Terang Hidup, menyertai kita. Amin.
Sumber Materi: Masa Paskah 2026: “Kebangkitan Kristus Memperbarui Ciptaan - Paskah Ekologis” Hak Cipta © 2025, LPP Sinode GKJ dan GKI SW Jateng